ACEH INSTITUTE

Riset & Artikel

YANG ONLINE

We have 137 guests online

::

Headline
  • Pause
  • Previous
  • Next
1/100
 

KIRIM KARYA ANDA

Redaksi menerima tulisan Opini, Essay atau Tulisan Ilmiah Populer yang belum pernah diterbitkan dan tidak sedang dikirim kepada media lain dalam waktu bersamaan. Kirim Karya Anda ke Redaksi: info@acehinstitute.org cc hai_otodidak@yahoo.com
Hak Cipta Terlindungi © Copy
rights by The Aceh Institute 2005 | Webiste ini lebih bagus dibuka mengunakan browser Mozilla Firefox

 

JOIN KE MILIS AI

 

CARI DOKUMEN

EVENT



Keluarga Besar Aceh Institute mengucapkan Selamat Atas Terpilihnya Sdr. TM Zulfikar sebagai Direktur Walhi Aceh Periode 2010-2014, semoga Walhi Makin Jaya, Aceh Makin Lestari. Ttd. Lukman Age Direktur Eksekutif The Aceh Institute.

UNDANGAN MENULIS PRO-KONTRA QANUN JINAYAH | Kirim karya Anda ke Redaksi website Aceh Institute: Email: Info@acehinstitute.org This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it   atau cc ke: hai_otodidak@yahoo.com This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it      | Jangan lupa sertakan Pas Foto ukuran close up, curriculum vitae, No.Rekening Bank dan No HP yang bisa kami hubungi. Baca selengkapnya


ANALISIS ACEH INSTITUTE:
PEMERINTAHAN KESEPIAN Oleh: FAJRAN ZAIN | MANAGER ANALISIS ACEH INSTITUTE

 

BRIEFING PAPER

PENUNTASAN REKONSTRUKSI ACEH PASCA 2009 | Memasuki tahun 2010, banyak pihak mempertanyakan tentang bagaimana kelanjutan rekonstruksi Aceh pasca bencana gempa dan Tsunami tahun 2004. Mulai dari korban yang belum mendapat bantuan perumahan, para karyawan yang akan kehilangan pekerjaan, para kontraktor yang mulai kekurangan proyek, NGO dan donor internasional yang kehilangan tempat untuk koordinasi dan juga Pemerintah Aceh yang masih berharap kucuran dana untuk percepatan pembangunan di Aceh | Download Briefing Paper The Aceh Institute | Januari 2010

TUMPOK PDF Print E-mail
ANALISIS AI - Tabloid KONTRAS
Written by Saiful Mahdi [Peneliti Senior Aceh Institute]   
Thursday, 11 March 2010 15:09
 

ADA ORANG yang sangat sensitif terhadap masalah batas-batas hak dan kewajiban.  Kecenderungannya orang tidak mau kalau haknya berkurang. Banyak juga orang yang tidak bersedia jika  kewajiban atau tanggung jawabnya lebih. Apalagi kalau keduanya terjadi bersamaan, kewajiban banyak, hak sedikit.

Kadar sensitivitas terhadap batas-batas inipun berbeda dari satu orang ke orang lainnya. Ada yang sangat kaku. Di lingkungan kerja misalnya ada orang yang tak mau kelebihan tugas dari yang lain. Tapi jarang kita mendengar ada orang yang tidak mau kelebihan hak atau imbalan. Diam-diam kita bisa jadi menerima kelebihan hak walaupun tidak ada hek (susah payah).

Last Updated ( Thursday, 11 March 2010 15:30 )
 
SANG PEMERKOSA: Why and How? PDF Print E-mail
Pro Kontra Qanun Jinayah
Written by Chairul Fahmi,MA | Peminat Masalah Hukum dan Sosial, Tinggal di Banda Aceh   
Wednesday, 10 March 2010 08:13

REPRO ACEHKITA
PERISTIWA itu terjadi di awal tahun 2010, bulan yang menjadi  catatan kelam dalam hidup “dara” (20), seorang dara di kota Langsa, Aceh.  Saat itu, bagi sang dara Langsa ini sepertinya seluruh langit runtuh. Betapa tidak, “mahkota sucinya” dirampas secara paksa, oleh gerombolan “sang pemerkosa”, yang kabarnya adalah petugas polisi syariat atau dikenal oleh WH (wilayatul hisbah).

Ceritanya, sehari sebelum kejadian pemerkosaan itu, si dara bersama teman pria-nya ditangkap oleh petugas WH atas laporan masyarakat, karena diduga telah melakukan khalwat, yaitu perbuatan yang dilarang oleh qanun (perda) No.14 tahun 2003. Keduanya kemudian dibawa ke kantor satpol PP/WH untuk diperiksa atas perbuatan yang melanggar hukum syariat. Dalam proses pemeriksaan itu, mereka berdua
kemudian ditahan dan dimasukkan ke dalam “penjara” secara terpisah (?)
Last Updated ( Wednesday, 10 March 2010 08:32 )
 
HUKUM DAN KEADILAN, ANTARA REALITA & IMPIAN PDF Print E-mail
Politik, Hukum dan HAM
Written by Edy Syah Putra | Bekerja di Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh sebagai staf Kajian.   
Tuesday, 09 March 2010 00:00
 
BEBERAPA waktu yang lalu, ada tiga orang masyarakat miskin sedang diadili di pengadilan yang berbeda, dan ketiga orang tersebut diadili berdasarkan perkara yang berbeda pula. Gelar perkara yang diperlihatkan dan menjadi tontonan masyarakat itu bukanlah sebuah drama atau sinetron yang sering kita tonton di layar televisi. Namun ini adalah sebuah realita pencari keadilan. Dalam sidang perkara hukum tersebut menampakkan drama tiga orang masyarakat miskin yang dijatuhi vonis hukuman oleh sang pengadil dalam sebuah persidangan tindak pidana kejahatan. Pertanyaan yang muncul adalah kenapa masyarakat kita beranggapan bahwa hukum itu milik penguasa, padahal kita ketahui secara bersama bahwa negara ini adalah negara hukum (reechsstaat) dan bukan negara yang berdasarkan kekuasaan belaka (machsstaat).
Last Updated ( Thursday, 11 March 2010 16:11 )
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 63
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack